stop makeup bermerkuri

Insecure mungkin sudah menjadi sindrom bagi semua orang, terutama bagi perempuan. Mengapa tidak?

Siapa sih yang tidak ingin terlihat cantik, bersih, dan menarik? Ditambah, persepsi masyarakat seakan mengharuskan perempuan untuk berlomba-lomba untuk tampil sempurna, atau akan tersingkirkan

Flashback ke masa beberapa tahun yang lalu. Dimana, edukasi tentang kosmetik yang berbahaya tidak sebanyak sekarang. Pola pikir orang kebanyakan cenderung tertanamkan sebuah paradigma menyesatkan berikut ini:

Jika kamu cantik dan putih, kamu akan dipuja. Namun, jika kamu jelek nan burik, kamu akan diabaikan

Memang benar sih waktu itu. Sampai di televisi (iya, televisi. karena informasi dan sumber hiburan hanya terbatas pada televisi dan radio semata, karena gadget dan internet dulu tidak sebanyak dan semudah itu diakses) pun seakan yang putih lah yang dipuja-puja.

Ya, sampai saat sekarang masih banyak yang seperti itu. Sampai pada beberapa hari yang lalu, aku tidak sengaja melihat video yang isinya tentang survei kepada beberapa orang pria. Mereka ini disuruh memilih, pilih perempuan yang putih, atau perempuan yang “berisi”.

jawaban mereka semua yang ada di survei itu apa?

PUTIH

Memang sulit untuk mematahkan stigma di masyarakat, bahwa cantik itu tidak melulu harus berkulit putih. Untuk itulah Badan Pengawas Obat dan Makanan terus memberikan edukasi masyarakat, salah satunya tentang bahayanya memakai kosmetika bermerkuri

Apa Bahaya nya Kosmetik Bermerkuri?

Sebelum aku men-share tentang webinar #CosmeTalk2 yang aku ikuti. Buat kalian yang masih belum mengetahui seperti apa bahayanya merkuri itu, kebetulan aku juga menonton webinar #CosmeTalk1, dimana aku melihat testimoni dari beberapa orang yang dulunya memakai kosmetik bermerkuri ini. Jadi aku mencoba merangkumkan disini ya, supaya kalian bisa mengetahui bahaya nya.

stop makeup bermerkuri

Efek samping merkuri. sumber: webinar #CosmeTalk1

  1. Mereka mendapatkan produk kosmetika bermerkuri ini dari teman, maupun dari e-commerce.
  2. Motivasi mereka sehingga sempat menggunakan kosmetik bermerkuri ini beragam. Ada yang karena faktor keluarga, dimana mereka ini dianggap berbeda dari anggota keluarga lainnya karena warna kulit yang lebih gelap dibandingkan dengan yang lainnya.
    Ditambah dengan rasa insecure melihat orang yang putih, kinclong nan glowing. Sedangkan, mereka memiliki
    masalah kulit yang hitam dan belang.
  3. Pada saat pertama kali menggunakan kosmetik bermerkuri, mereka merasakan kulit yang perih, terasa kering, gatal-gatal yang bahkan tidak tertahankan, serta kulit merah terbakar seperti udang rebus.
    Setelah pemakaian di hari ke enam dan hari ke tujuh, kulit wajah mulai mengelupas. Lalu pada hari kedelapan sampai hari kesepuluh, kulit wajah yang terkelupas tersebut mulai rontok.
  4. Efek putih instant seperti yang dijanjikan oleh oknum produsen kosmetik bermerkuri memang nyata adanya. Efeknya terasa dari hari pertama sampai seminggu pemakaian. Pokoknya memang terlihat tone kulit levelnya meningkat, kelihatan lebih kinclong dan glowing. Tapi putihnya itu bukan putih yang sehat, melainkan putih yang pucat seperti orang yang sakit.
  5. Mereka lantas berhenti memakai kosmetika bermerkuri karena efek sampingnya yang tidak main-main. Mereka merasakan gatal yang parah, kulit wajah yang memerah dan sensitif karena kulit wajah menipis, infeksi dan kulit menjadi bernanah.
  6. Tidak hanya sampai disitu. Setelah mereka berhenti menggunakan kosmetik bermerkuri, mereka mengalami melesma yang cukup parah dan jerawatan. Karena efek merkuri ini mengikis lapisan kulit, hasilnya bikin kulit wajah menjadi kembali menghitam.
  7. Cara mereka untuk memulihkan efek kulit yang bekas pemakaian kosmetik bermerkuri ini salah satunya dengan cara menggunakan skincare yang aman dan terdaftar di BPOM, serta menggunakan masker (sheet mask). Bahkan sampai ada yang pergi ke dokter kulit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
  8. Pesan dari mereka untuk kita semua:

Cek benar-benar ingredients kosmetik yang akan dipakai, dan cek nomer BPOM nya juga. Cantik itu tidak melulu harus putih, yang penting kulitnya sehat. dan jangan pernah percaya dengan oknum yang menawarkan efek kosmetik yang memberikan efek instan. Karena sesuatu yang instant biasanya tidak baik dan cenderung menjebak

Untuk lebih mengedukasi masyarakat secara luas, maka Badan Pengawas Obat dan Makanan menyelenggarakan webinar #CosmeTalk2 bertajuk “Stop Kosmetik Bermerkuri“. Dimana webinar ini diadakan pada hari Jumat, tanggal 23 Oktober 2020, dari jam 09.30 WIB – 13.00 WIB

stop makeup bermerkuri

Rangkaian Acara

Tema Acara

Acara Webinar #CosmeTalk ini sendiri diselenggarakan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Mengusung Tema “Stop Kosmetik Bermerkuri: Akhiri Obsesi Putih dalam Sekejap, Bangga dengan Warna Kulitmu!” , diharapkan peserta dan masyarakat semakin menghargai, dan mencintai kulit mereka apa adanya.

Pemateri

stop makeup bermerkuri

Acara webinar #CosmeTalk2 ini diisi oleh beberapa pemateri, yaitu:

  1. Dr. Penny K. Lukito, MCP (Kepala Badan Badan Pengawas Obat dan Makanan).
  2. Dra. Reri Indriani, Apt,. M.Si (Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik).
  3. Analisa Widyaningrum (Psikolog/Influencer).
  4. dr. Listya Paramita Sp.KK (Dokter Spesialis Kulit & Kelamin).
  5. Asmara Abigail (Public Figure/Actress).
  6. Rayi RAN (Publick Figure/Penyanyi).

Pembukaan Acara

stop makeup bermerkuri

Sesi pertama diawali dengan pendahuluan oleh MC yang dibawakan oleh Shafira Umm dan bapak Drs. Arustiyono, Apt., MPH selaku Direktur Pengawasan Kosmetik Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Beliau menyapa seluruh peserta webinar cosmetalk2 ini, kemudian beliau menyampaikan tentang rangkaian acara yang diselenggarakan pada webinar kali ini. Dengar suara beliau kok bikin adem ya ^^

Selain sambutan dari beliau, pada sesi ini juga ditayangkan testimoni beberapa orang yang bangga dengan warna kulitnya. Pokoknya seru deh.

stop makeup bermerkuri

beberapa cuplikan testimoni orang yang bangga dengan warna kulitnya

 

Sesi Paling Seru Nih:

Sesi Sharing bersama Asmara Abigail & Rayi RAN

Ceritanya diawali dengan sharing bersama Asmara Abigail dan Rayi RAN. Obrolan mereka begitu menyenangkan dan enak didengar. Mereka berdua cukup open minded dengan permasalahan tentang kecantikan yang seperti apa sih yang seharusnya.

stop makeup bermerkuri

Memang, tidak dapat dipungkiri, obsesi untuk putih juga bisa dipengaruhi oleh lingkungan individu. Bahkan, ada yang te robsesi putih dikarenakan dia insecure karena warna kulit dia lebih gelap dari anggota keluarga yang lain.

Menurut mereka, memang standar kecantikan beberapa tahun yang lalu menganut faham kebarat-baratan. Bahkan merambah pada industry film dan sinetron. Dulu kebanyakan para pemainnya kulitnya memang putih. Sehingga asumsi masyarakat berpendapat kalau mau terlihat menarik, ya harus berkulit putih.

Syukur nya, di masa sekarang, produser sudah mulai berfikir realistis dengan keadaan. Dimana, kita kan berada di Negara tropis. Mengapa tidak menonjolkan ciri khas orang-orang negara tropis seperti Indonesia, daripada harus mengikuti standar yang berlaku di negara empat musim sana.

“Buat apa kalau putih, tapi tidak enak diajak ngobrol berlama-lama? Aku lebih menyukai perempuan yang enak diajak ngobrol berdua, ngobrol nya bisa berjam-jam.

Daripada hanya sekedar putih, tapi obrolan nya membosankan. Lagipula, kalau Cuma sekedar cantik, toh kecantikan lama-lama juga memudar” -Rayi RAN-

So, menurut mereka, dibandingkan hanya berfokus untuk meraih kulit yang putih, lebih baik berfokus untuk mengembangkan talenta yang ada di diri kita masing-masing.

Selain itu, menjaga dan memperbaiki lifestyle juga berpengaruh untuk kecantikan luar dalam. Yaitu dengan banyak meminum air putih, memakai skincare yang aman dan berbahan organik, serta menjaga ketenangan batin.

Sesi Sharing bersama para Pakar

Sesi berikutnya yaitu mendengarkan informasi dari pakar di bidangnya.

Ada ibu Dr. Penny K. Lukito, MCP (Kepala Badan Badan Pengawas Obat dan Makanan), ibu Dra. Reri Indriani, Apt,. M.Si (Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik), mba Analisa Widyaningrum (Psikolog/Influencer), serta ada mba dr. Listya Paramita Sp.KK  (Dokter Spesialis Kulit & Kelamin).

Ibu Dr. Penny memulai sesi dengan sambutan-sambutan, dan menyampaikan beberapa informasi penting. Kata beliau, kita semua harus menjauhi yang namanya merkuri, karena efeknya berbahaya bagi kesehatan tubuh.

Sebuah fakta yang diungkapkan beliau adalah, sekitar 195 jenis produk kosmetik yang beredar di masyarakat mengandung merkuri. Banyak sekali bukan? Aku pun langsung tercengang dengan penjelasan beliau, dan tidak sabar menunggu rilis nama-nama produk yang masuk dalam 195 produk kosmetik bermerkuri tersebut.

Terakhir, beliau mengatakan bahwa kulit kita  harus sehat, karena kulit cantik itu adalah kulit yang sehat, bukan kulit yang sekedar putih. Jangan lupa, gunakan kosmetik yang bernomor BPOM tentunya.

stop makeup bermerkuri

Lalu selanjutnya mendengarkan penjelasan dari ibu Reri. Menurut pendapat beliau, sekarang sudah seharusnya masyarakat berfikir kalau cantik itu tidak harus putih. Bahkan, pemilik kulit sawo matang harus nya bersyukur karena itu sebuah keistimewaan.

kira-kira alasannya kenapa hayo?

Fakta nya, Indonesia sendiri adalah negara tropis. Sehingga, kulit sawo matang ini justru mempunyai keistimewaan, karena kulit bisa mem proteksi diri (catatan: tetap pakai sunscreen ya) dari sinar UV. Kalian sudah tahu bukan bahwa bahaya sinar UV itu salah satunya bisa menyebabkan kanker kulit?

Bahkan, warna kulit khas Indonesia, yaitu kulit sawo matang menjadi idaman para bule berkulit putih disana. Makanya, kalau kalian heran, kok orang bule kulit putih itu suka banget berjemur di matahari? Bahkan banyak juga yang sampai pakai krim tanning supaya kulitnya terlihat tanned alias sawo matang? Karena kulit sawo matang itu lebih menawan ^^

Ibu Reri juga menjelaskan bahwa, persepsi cantik harus putih itu berawal dari belum bangga nya individu tersebut atas warna kulitnya, bisa disebabkan baik dari individu nya, maupun pengaruh lingkungan. Jika tidak dibekali dengan knowledge yang baik dan benar, maka individu tersebut bakal terobsesi untuk putih dalam sekejap.

Ujung-ujungnya memakai kosmetik bermerkuri yang justru jadi boomerang untuk dirinya sendiri. Ditambah juga dengan persepsi masyarakat , opini di media massa, maupun promosi skincare product masih mengutamakan cantik itu harus putih, titik.

Sharing tentang bahaya merkuri ini diteruskan oleh mba Analisa. Dia mengatakan bahwa sudah saatnya masyarakat harus di edukasi tentang betapa bahayanya merkuri ini. Bahaya merkuri ini tidak main-main, karena menyebabkan gangguan pada tubuh, menimbulkan kanker, gangguan pada janin, gangguan pada syaraf, serta gangguan pada ginjal yang bersifat kronis.

Memang tidak dapat diakui, pola pandangan masyarakat menurut mbak Analisa cenderung melihat ke barat, yang kulit harus putih, kalau perlu bercermin pada boneka barbie. Ditambah, tekanan bahwa “aku tuh harus putih” banyak muncul dari lingkungan terdekat itu sendiri. Aku tuh jujur pernah merasa begini sih “kok kamu item dibandingkan teman kamu?” hehehe.

Giliran dr. Listya yang menshare info yang bermanfaat nih. Kalian tahu tidak, kalau warna kulit itu ada 6 jenisnya. Seperti apa itu? bisa kalian lihat pada gambar dibawah ini ya.

 

stop makeup bermerkuri

6 tipe warna kulit. sumber: drbazilah.com

Warna kulit kita ditentukan oleh sel melanosit (penghasil pigmen). Nah, melamin ini terbagi kedalam dua jenis, yaitu Feomelamin yang dimana warna kulit nya merah kekuningan. Serta Eumelamin yang dimana warna kulit nya coklat kehitaman seperti warna kulit orang negeri tropis kebanyakan. Fungsi melamin sendiri untuk menyesuaikan kulit dengan keadaan sekitarnya.

Karena Indonesia adalah negara tropis yang memiliki dua musim, maka otomatis kita perlu proteksi lebih terhadap sinar UV yang berbahaya. Disini lah mengapa kulit orang Indonesia cenderung mengarah ke sawo matang. Karena melamin yang ada kulit membantu kulit untuk ter proteksi. Hebat bukan ^^

Kesimpulan 

Aku akan menyimpulkan kata-kata dari beberapa pembicara di webinar ini. Semoga bermanfaat untuk kalian nantinya 🙂

  1. Kita tuh perlu cari tahu informasi yang benar tentang bahaya kosmetik bermerkuri.
  2. Kalau memilih kosmetik, jangan lupa cari yang bernomor BPOM.
  3. Bentengi diri dari omongan negatif masyarakat yang memandang kita berbeda dari standar kecantikan yang kurang tepat (yang mengatakan cantik itu harus putih).
  4. Support keluarga juga penting agar kita tidak terpengaruh oleh stigma negatif tentang kecantikan.
  5. Kita harus bangga dengan warna kulit kita.
  6. Kenali jenis kulit kalian, serta sesuaikan bedak/foundation agar makeup kalian sempurna.
  7. Warna coral adalah warna yang baik untuk pemilik sawo matang, terutama untuk warna blush on.
  8. Love your self <3 percaya dengan kemampuan kita sendiri, kembangkan talenta diri, agar orang memandang kalian itu cantik dengan kesuksesan kalian.
  9. dan ini yang paling penting, kalau membeli kosmetik jangan lupa Cek KLIK alias Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin, dan Cek Kadaluarsa.

Webinar kali ini benar-benar bermanfaat sekali, sekaligus perlahan mengurangi rasa insecure aku. Akupun jadi lebih percaya diri serta bisa menerima apa yang ada pada diriku. Pokoknya aku sangat enjoy dan menikmati webinar nya.

Yap, semoga aku berkesempatan mengikuti webinar se keren ini di lain kesempatan ^^

stop makeup bermerkuri

 

Webinar kali ini benar-benar bermanfaat sekali, sekaligus perlahan mengurangi rasa insecure aku. Akupun jadi lebih percaya diri serta bisa menerima apa yang ada pada diriku. Pokoknya aku sangat enjoy dan menikmati webinar nya.

Buat kalian yang kemarin belum sempat lihat acara webinar yang super keren ini, kalian bisa buka video yang ada di bawah ini ya. Cintai diri kalian dengan kosmetik yang jelas aman dan ber nomor BPOM. See You Next Time ^^